29 Minggu : All is Well

Tak ada saat-saat paling membahagiakan selain menatap buah hatiku, meski hanya lewat pantulan cahaya dari alat Ultrasonografi (USG) di ruang dokter.

Bulan ini adalah kebahagiaan yang luar biasa untukku.
Semua kabar baik ku dengar tentang anakku, didukung dg kondisi fisikku yang makin siap menyambut kelahirannya.

Meski sejujurnya, kami mendambakan seorang laki-laki sebagai sulung bagi adik-adiknya nanti.

Namun nasihat dokter menyentakkan kesadaranku :
“Kamu ga pernah baca hadist ya?! Rasulullah pernah bersabda bahwa “Allah telah menjaminkan seorang wanita yang bisa hamil dan melahirkan anak pertamanya seorang wanita pula, maka bertuahlah bagi si wanita itu”.

Mertuaku anak sulungnya wanita, ibukupun melahirkanku sebagai sulung.
Ah, tentu saja aku bahagia sekali.
Yang jelas dia adalah anakku, darah dagingku, tumbuh dan bersemi di dalam rahimku.
Bukankah keberhasilan sebuah keluarga dinilai bukan dari apa jenis kelamin anak mereka, tapi dari bagaimana mereka mendidik sang buah hati.

Setelah hampir 30 minggu kami selalu bersama.
Merasakan gerakannya yang nyaris tanpa henti dan terkadang mengejutkanku di tengah lelap tidurku.
Mendengarkan denyut jantungnya yang teratur dan berirama.
Melihat bentuk wajahnya yang terlihat begitu tenang di dalam tubuhku.

Ya Tuhan,
Sungguh tak tau harus ku namakan apa rasa syukur dan kebahagiaan yang begitu membuncah ini.
Aku begitu mencintainya, begitu mencintainya.

Panjangkanlah umur kami, Ya Rabb.
Izinkan kami terus menjaga amanah-Mu hingga ia tumbuh dewasa.
Izinkan kami mendidik dan mengantarkannya seperti yang telah dilakukan oleh kedua orang tua kami masing-masing.
Berikan kesabaran berlimpah pada kami, agar apa yang kami sampaikan padanya kelak adalah nasihat penuh kasih, tanpa diiringi emosi.

Sakinahkanlah selalu rumah tangga kami, Ya Rabb.
Aaamiiin Allahumma Aaamiiin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *